| 0 comments ]


Format Baru UN

Tetap dilaksanakannya Ujian Nasional (UN) secara mikro adalah untuk mendorong daya belajar siswa dan secara makro untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional.

Demikian dikatakan oleh Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramly dalam "Diskusi Publik: Penyelenggaraan Ujian Nasional sebagai Alat Evaluasi Keberhasilan Pendidikan" di Jakarta, Kamis (28/1/2010).

Ramly mengatakan, pemerintah memiliki beberapa landasan baik yuridis maupun penelitian ilmiah untuk tetap bisa mempertanggungjawabkan pelaksanaan UN tahun ini. Ke depan, Balitbang Kemendiknas juga sudah menyiapkan rencana studi kebijakan tentang sistem pendidikan nasional, khususnya terkait evaluasi pendidikan.

"Kami juga sudah sepakat dengan DPR untuk menggunakan studi itu sebagai penyempurnaan UN ke depan di 2011 dalam bentuk perubahan UN yang baru," ujar Ramly.

Seperti diberitakan sebelumnya, kata Ramly, pada Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Nasional, Rabu (27/1/2010) malam tadi, Komisi X telah merestui dilaksanakannya UN dengan syarat-syarat perbaikan seiring pelaksanaan UN pada Maret 2010 dan evaluasi untuk perubahan UN 2011 mendatang.

A.Hakam Naja, Wakil Ketua Komisi X, yang juga menjadi pembicara dalam diskusi ini, mengatakan, DPR dan pemerintah sepakat untuk membuat perubahan format baru UN 2011 sebagai bentuk evaluasi pelaksanaannya tahun ini.

"Kami (Panja Komisi X) masih menunggu proposal studi untuk perbaikan-perbaikan tersebut. UN tahun ini akan kami uji kelayakannya untuk perubahan di 2011," ujar Naja.

Diperlukan Komitmen untuk Jujur
Koordinator pengawas ujian nasional 2010 di Jawa Timur Prof Priyo Suprobo mengharapkan semua daerah berkomitmen untuk melaksanakan ujian nasional secara jujur. Ini meringankan beban pengawasan baik oleh guru maupun dosen perguruan tinggi.

"Ikrar bersama dinas dan kepala sekolah untuk mengutamakan kejujuran dalam UN seperti di Bojonegoro semestinya diikuti daerah lain," kata Suprobo seusai memimpin rapat terbuka pengukuhan tiga guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Graha ITS, Surabaya, Rabu (27/1/2010).

Imbauan ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto. Komitmen ini perlu digerakkan oleh dinas-dinas pendidikan kabupaten/kota. Apalagi, kata Suprobo yang Rektor ITS, semua dinas seharusnya sudah memahami bahwa nilai dan kelulusan pada UN bukan tolok ukur keberhasilan pendidikan; melainkan pada karakter.

Dengan karakter dan kejujuran, semestinya pengawasan tidak menjadi hal yang paling utama dalam pelaksanaan UN. Apalagi, pengawasan oleh perguruan tinggi dipastikan tidak akan bisa dilakukan secara sempurna akibat faktor biaya dan kesulitan lokasi. Diperkirakan, cakupan pengawasan UN di Jatim hanya berkisar 95 persen.

Meskipun tidak mencakup semua satuan pendidikan secara sempurna, kata Suprobo, pengawasan tetap memprioritaskan daerah yang "hitam" dan "abu-abu". Daerah hitam dan abu-abu ini dikelompokkan berdasarkan tingkat kecurangan yang terjadi pada UN 2009.

"Masalahnya, di Jatim rata-rata hitam misalnya daerah dengan UN harus diulang - Ngawi dan Madiun. Kendati demikian, perguruan tinggi ikhlas dan bila diperlukan, masih bisa mengeluarkan dana pengabdian masyarakat. Jadi daerah hitam dan abu-abu, akan tetap diutamakan," katanya.

Suprobo juga meminta para siswa tidak berkecil hati, tetap mempersiapkan diri untuk UN, dan tidak mempercayai kunci jawaban ilegal.


Read More...

| 1 comments ]

Usaha pemerintah membentuk rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di sekolah-sekolah negeri dikritik keras dalam sarasehan nasional di Universitas Negeri Malang (UNM) di Malang, Jawa Timur, Rabu (21/7/2010). Beberapa pembicara mengungkapkan, konsep RSBI malah jadi salah satu penyebab siswa tak lagi lekat dengan nilai-nilai Pancasila.
Tak masalah kalau pakai bahasa Inggris di sekolah, tetapi jangan adopsi kurikulum luar. Akibatnya, ajaran Pancasila lama-lama hilang.
-- Sri Edi Swasono

Salah satu penyebab tersebut diungkapkan oleh ekonom Sri Edi Swasono. "Tidak masalah kalau kita mau pakai bahasa Inggris di sekolah, tetapi jangan adopsi kurikulum luar untuk sekolah kita. Akibatnya, ajaran Pancasila lama-lama hilang," tutur Edi.

Edi sangat menyayangkan pembelajaran di Tanah Air berkiblat ke Barat. Padahal, seharusnya lebih mengedepankan potensi negara dalam kurikulum nasional.

"Coba, kita punya laut, mengapa oseanografi tidak diajarkan. Kita punya hutan, kenapa ilmu kehutanan tidak jadi pembelajaran," ujarnya mengkritik.

Rektor Universitas Wisnuwardhana Suko Wiyono pun menganggap konsep RSBI tidak efektif. "RSBI hanya mengubah cara menyampaikan pelajaran dengan bahasa Inggris. Yang menyedihkan, kemampuan bahasa Inggris guru tidak lebih baik dari siswanya," kata Suko.
Read More...

| 0 comments ]

Nilai hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2010 peserta di DIY ternyata terbaik dan tertinggi secara nasional. Baik untuk nilai bidang IPA maupun IPS, DIY menempati urutan pertama.
”Ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara hasil Ujian Nasional atau UN dengan hasil ujian tulis SNMPTN. Kalau beberapa waktu lalu DIY banyak disorot hasil UN-nya, melalui SNMPTN ini DIY telah terprotect karena hasil ujian SNMPTN sudah menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Karena itu sekolah-sekolah di DIY tak perlu terpojok, karena telah mengutamakan kejujuran,” kata Rektor UNY Dr Rohmat Wahab MA di sela rapat panitia SNMPTN 2010 di Jakarta, Kamis (15/7). ”Saya mendapat banyak ucapan selamat terkait prestasi DIY ini,” tambahnya.
Dijelaskan, dari sisi nilai peminat SNMPTN, DIY tertinggi (hasil tes bagus), disusul DKI, Jateng, Jabar, Jatim, Bali, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumbar, dan Kalsel. Dari nilai yang diterima DIY juga tertinggi, disusul DKI, Jateng, Jabar, Sumbar, Lampung, Jatim, Kepulauan Bangka Belitung, Sumut, dan Bali. ”Jadi tak ada korelasi antara hasil UN dengan SNMPTN. Buktinya Bali yang meraih UN terbaik, di SNMPTN di urutan bawah,” tegas Rohmat Wahab.
Dari sisi peminat SLTA, lanjutnya, DIY juga terbaik untuk IPA (dengan skor 66,44), disusul Jateng skor 61,59,
jarak interval dengan DIY cukup jauh), DKI (skor 60,55), Jatim, Lampung, Jabar, Sumbar, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalsel. Untuk IPS DIY juga terbaik dengan skor 81,24, disusul Jateng, Sumbar, DKI, Lampung, Jabar, Jatim, Kepulauan Bangka Belitung, Sumsel, dan Kepulauan Riau.
Mengenai PTN yang meraih nilai 10 besar, Dr Rohmat Wahab menjelaskan, untuk program IPA 10 besar PTN dengan urutan ITB, UI, UGM, ITS, Unair, UNS, IPB, UNY, Unpad dan Undip. Sedang untuk program IPS urutannya UGM, UI, Unair, UNS, Undip, UNY, Unpad, Unsoed, Universitas Andalas, dan Universitas Padang. ”UNY juga termasuk bagus, karena ada 10 nilai IPA tertinggi SLTA,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Panitia SNMPTN 2010 Herry Suhardiyanto kepada wartawan menjelaskan, nilai peserta SNMPTN tahun ini di atas rata-rata 69,51 untuk IPA dan 66,56 untuk IPS. Ada 58.120 orang yang nilainya di atas rata-rata, namun sayangnya kalah bersaing memperebutkan program studi yang diminati.
”Anak-anak pandai yang tidak lulus seleksi SNMPTN itu disebabkan menumpuk pada pilihan yang banyak diminati,” jelas Herry.
Sementara itu hasil SNMPTN akan diumumkan Sabtu (17/7) besok. Pada pukul 00.00 WIB sudah bisa diakses di situs SNMPTN dengan alamat www.snmptn.ac.id dan di website masing-masing PTN. ”Pengumuman juga melalui panitia lokal dan media cetak,” terang Herry.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Lokal Solo, Prof Dr Ravik Karsidi MS. Dikatakan, nama-nama calon mahasiswa baru yang diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan dimuat di sejumlah surat kabar, termasuk harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta edisi 17 Juli. ”Selain itu juga dapat diakses melalui website SPMB UNS dengan alamat: www.spmb.uns.ac.id serta melalui layanan SMS dengan cara ketik: spmbunsnomor pendaftaran, kirim ke: 3011 (Indosat) atau 1103 (Flexi),” jelasnya.
Bagi yang diterima di UNS diharapkan benar-benar memperhatikan jadwal registrasi yang akan dijelaskan dalam pengumuman tanggal 17 Juli 2010.
Read More...

| 0 comments ]

Ujian Nasional (UN) tidak bisa dijadikan tolok ukur kelulusan siswa, karena kondisi sekolah di daerah satu dan lainnya tidak sama, baik sarana, prasarana maupun kualitas tenaga pengajarnya.

Demikian pendapat yang mengemuka dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Dialog Suara Daerah di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (15/7). Hadir dalam dialog tersebut antara lain Mursyid, anggota DPD RI dari Aceh, Emanuel Babu Eha dari NTT dan M Afnan Hadikusumo wakil dari DI Yogyakarta.

Menurut Mursyid, persoalan kesejahteraan guru menjadi pokok masalah yang berakibat pada ketidakseragamannya kualitas pendidikan di daerah. “Gaji guru di pelosok masih banyak yang di bawah upah minimal regional (UMR), bahkan masih ada yang bergaji Rp100.000 atau Rp200.000 per bulan, sehingga guru tersebut harus mencari tambahan di luar jam mengajar. Akibatnya, guru tersebut keletihan di saat mengajar,” ujarnya.

Dia berharap jangan sampai hanya UN atau US saja yang baik, tapi kepribadian siswa malah buruk karena ketidakmampuan tenaga pendidiknya. “Seharusnya kalau kita mau belajar dari sistem terdahulu, kelulusan siswa ditentukan oleh kepribadian, ujian sekolah dan ujian nasional, baru hal itu adil bagi siswa, guru dan sekolah,” kata Mursyid.

Namun, menurut Emanuel Babu Eha, hakikat pendidikan adalah membangun karakter bangsa yang bertanggung jawab dan itu dicontohkan oleh guru yang mengajar penuh kasih sayang. Guru harusnya mencintai profesinya, bukan untuk mencari kekayaan. “Keberhasilan anak didik tidak seratus persen ditentukan faktor kesejahteraan guru yang memadai,” katanya.

Ada guru yang gaji besar, tapi malas dan muridnya belajar tidak pernah serius, karena menganggap semua bisa dibeli dengan uang. Anak didik jadi belajar seenaknya dan tidak pernah hormat terhadap guru.

Labih jauh terkait permasalahan UN, M Afnan Hadikusumo malah melihat UN mendorong berbagai pihak berbuat tidak jujur. Logikanya, jika UN sebuah sekolah gagal, maka yang dipersalahkan bukan hanya murid, tapi guru, pengelola sekolah dan kepala bidang pendidikannya. “Bahkan bisa kepala daerah, sehingga semua mendorong dan berusaha untuk meluluskan siswa 100 persen, bagaimanapun cara yang penting lulus meski tidak jujur,” sindirnya.

Dia mengakui DIY sebagai provinsi pendidikan, namun pada tahun 2010 berada pada peringkat nomor dua terbawah kelulusan siswa. Fakta ini bisa saja disebabkan DIY termasuk provinsi yang paling disorot, sehingga malu kalau membantu siswa dalam UN. Namun, hasil kejujuran malah duduk di peringkat dua terbawah.
Read More...

| 0 comments ]

nternasionalisasi standar pendidikan Indonesia saat ini telah disalahartikan sebatas mengganti bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Padahal, dalam Undang-Undang (UU) No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan secara tegas dinyatakan bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.

"Sekarang ini ada semacam euforia berbahasa asing di sekolah dan perguruan tinggi. Hal itu bisa dilihat pada program rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Penggunaan bahasa asing dalam kegiatan belajar di sekolah telah melanggar UU," kata Agus Dharma, Wakil Kepala Sementara Pusat Bahasa, dalam seminar Pengujian Bahasa di Jakarta, Selasa (20/7).

Agus Dharma menambahkan, proses belajar-mengajar di negara mana pun di dunia selalu menggunakan bahasa nasionalnya sebagai bahasa pengantar di sekolah. Bahasa asing , seperti bahasa Inggris, hanya digunakan saat mata pelajaran tersebut diajarkan.

"Internasionalisasi pendidikan telah ditanggapi salah oleh dunia pendidikan kita dengan penggunaan bahasa Inggris, kelas ber-AC, dan laboratorium bahasa. Yang perlu diinternasionalisasi adalah keilmuan para siswa, bukan bahasanya. Karena di Jerman, para siswa tetap menggunakan bahasa nasionalnya di dalam kelas," ucap Agus Dharma menegaskan.

Hal senada dikemukakan peneliti bahasa, Dendy Sugono. Internasionalisasi standar pendidikan di Indonesia baru sebatas kulit, bukan substansi. Internasionalisasi standar pendidikan seharusnya menyentuh mutu pendidikan dan wawasan para siswanya, tak sebatas pada penggunaan bahasa asing di sekolah.

"Kemampuan berbahasa asing memang penting bagi siswa agar mereka bisa masuk dunia internasional. Tetapi, semua ada aturan mainnya. Dalam UU No 24/2009, secara tegas dinyatakan bahwa bahasa pengantar dalam pendidikan adalah bahasa Indonesia. Jika tidak, mana rasa kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia," ungkap Dendy.

Menurut Dendy, pengabaian bahasa Indonesia terjawab pada hasil nilai ujian nasional (UN) bahasa Indonesia yang tidak memuaskan. Hampir sebagian besar siswa yang tak lolos UN terganjal pada ujian bahasa Indonesia. "Kondisi ini merupakan salah satu contoh bagaimana bahasa Indonesia mulai terabaikan," kata mantan Kepala Pusat Bahasa itu.

Dendy mengharapkan, agenda internasionalisasi pendidikan Indonesia diikuti agenda internasional bahasa Indonesia. Salah satunya menggalakkan sertifikasi pendidikan dengan bahasa sendiri bagi para guru dan dosen. Sebab, banyak guru dan dosen belum memiliki sertifikat UKBI (Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia).

"Para guru dan dosen perlu digalakkan untuk meningkatkan mutu penguasaan bahasa Indonesia. Sekarang yang terjadi para guru atau dosen berlomba-lomba menguasai bahasa asing. Bagi mereka, sertifikasi bahasa asing lebih bergengsi daripada sertifikasi bahasa Indonesia," ujarnya. Di dunia kerja pun, menurut Dendy, situasinya hampir sama.
Read More...

| 0 comments ]

Pemerintah (Kemendiknas-red) memutuskan hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA untuk paspor masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Karena sudah menjadi keputusan rektor PTN harus mengikuti aturan tersebut. Selain itu Kemendiknas tetap akan memperjuangkan UN sebagai pemetaan pendidikan. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di Jakarta Jumat (9/7) malam kemarin.
Mendiknas mengungkapkan, UN bukan sekadar alat penentu kelulusan akan tetapi untuk pemetaan pendidikan di Indonesia. Dari pemetaan itu, bisa ada intervensi kebijakan dari pemerintah pusat tentang peningkatan mutu sekolah sehingga yang mendapat nilai UN jelek bisa diperbaiki. Dirinya berharap intervensi kebijakan ini segera dapat diterbitkan Agustus nanti. “Seperti di SMP 2 Ende, NTT. Setelah dicek ternyata mereka butuh laboratorium bahasa, kualitas guru dan buku,”ungkapnya
Menjawab pertanyaan wartawan terkait tahun berapa hal itu bisa diterapkan, Nuh optimis tahun depan UN akan menjadi prasyarat masuk perguruan tinggi negeri. Rencananya hasil tes UN tersebut akan digabung dengan tes potensi akademik yang digelar perguruan tinggi negeri. Dengan integrasi tersebut, diharapkan tidak perlu ada tes rumit lagi untuk masuk kuliah negeri.
“Tidak ada paksaan atau sanksi bagi PTN untuk mengikuti integrasi ini. Akan tetapi, harus digarisbawahi bahwa PTN adalah milik pemerintah yang seharusnya mentaati peraturan bersama. Kampus negeri itu kan punya Kemendiknas juga, masa sesama pemerintah ga nurut,” papar Mendiknas. Menurutnya, Kemendiknas sendiri sudah memberikan penjelasan dan kerja sama dengan perguruan tinggi seiring dengan penolakan mereka terhadap UN. Seperti mengajak perguruan tinggi ikut menyusun soal dan mengawasi jalannya UN.
Read More...

| 0 comments ]

Hasil ujian nasional atau UN belum tepat untuk dijadikan syarat mutlak masuk ke perguruan tinggi negeri. Hasil UN hanya akan menjadi prasyarat masuk perguruan tinggi negeri atau PTN, bukan syarat utama.

Hal ini ditegaskan Ketua Forum Rektor PTN se-Indonesia Prof Harris Supratno di Surabaya, Selasa (20/7/2010), menanggapi rencana pemerintah yang ingin menggunakan hasil UN sebagai satu-satunya persyaratan masuk PTN pada 2012.

"Saya rasa belum kredibel menggunakan hasil UN untuk masuk PTN,” ujar Harris yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya ini.

Harris menambahkan, UN hanya akan menjadi prasyarat masuk PTN dan bukan menjadi syarat utama. “Calon mahasiwa tetap melakukan tes tertulis seperti biasa di SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri),“ ujar Harris.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa ini, rencana pemerintah menggunakan hasil UN sebagai satu-satunya persyaratan masuk ke PTN pada 2012 perlu dicermati serius. Pakar pendidikan, Hamid Hasan, bahkan menilai, menggunakan model soal ujian seperti sekarang adalah hal yang sangat berbahaya. Akan lebih baik, kata dia, jika PTN merancang tes khusus untuk masuk PTN yang tidak berbentuk tes hasil belajar, tetapi tes prediktif atau attitude test.

"Dalam teori pendidikan, tes UN tidak bisa digunakan untuk masuk ke PTN karena nature-nya memang berbeda," ujarnya.
Read More...

| 0 comments ]

Universitas Hasnauddin (Unhas) berada di urutan teratas secara nasional sebagai perguruan tinggi negeri paling banyak peminatnya lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010.

Dari 54 perguruan tinggi negeri peserta SNMPTN, total peminat di Unhas mencapai 48.440 orang. Peminat pilihan pertama mencapai 21.086 atau 43,53 persen, pilihan kedua sebanyak 18.454 atau 38,10 persen, dan untuk pilihan ketiga peminatnya mencapai 8.900 atau 18,37 persen. Peminat tersebut berasal dari pendftar panitia lokal (panlok) di seluruh Indonesia.
Jumlah peminat ini mengalahkan Universitas Indonesia (UI) yang hanya 37.959 orang. UI berada di urutan 5 di bawah Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Padjadjaran. Sedangkan Universiats Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berada di urutan 18 serta Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan 24.
Universitas negeri Makassar (UNM) berada di posisi keenam dengan jumlah peminat mencapai 36.521 orang. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berada di posisi 47 dengan jumlah peminat sebanyak 3.277 orang.
SNMPTN Makassar
Ujian SNMPTN di Makasasar tahun ini diikuti 35.722 ribu calon mahasiswa baru dari dua panlok. Sebanyak 20.821 peserta dari Panlok 82 Unhas dan 14.922 dari Panlok 80 UNM. Panlok 80 juga termasuk UIN Alauddin yang bekerja sama dengan UNM. Sebanyak 3.300 peserta SNMPTN lulus masuk Unhas dan 1.700 lulus di UNM dan UIN.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unhas Prof Dadang A Suriamiharja surprise dengan jumlah peminat Unhas yang sangat tinggi. "Meski sering tawuran tapi jumlah peminatnya ternyata banyak," kata Dadang berkelakar di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unhas,Tamalanrea, Makassar, Jumat (16/7). Dadang menyebutkan, kuota penerimaan maba melalui jalur SNMPTN Unhas sudah terisi semua.
Program Studi (Prodi) Kedokteran Unhas menjadi prodi yang paling tinggi tingkat persaingan peminatnya. Sebanyak 4.000-an peminatnya sementara yang diterima hanya 95 orang. Untuk fakultas kesehatan masyarakat pendaftarnya sebanyak 3.000-an sementara yang diterima hanya 150. Untuk ilmu hukum peminatnya mencapai 3.000-an sementara yang diterima hanya 290 orang dan untuk fakultas farmasi pendaftarnya mencapai 2.000-an orang, diterima 80 orang.
Calon mahasiswa yang lolos di jalur ini dapat melakukan pendafatarn ulang untuk Unhas, 2-12 Agustus mendatang. Pendaftaran ulang SNMPTN tahun ini menggunakan sistem online. Sistem online ini baru pertama kali dilakukukan oleh Unhas. Sebelumnya, hanya pendaftaran untuk ujian SNMPTN yang menggunakan sistem online.
Pada saat pendafataran ulang, calon mahasiswa akan melengkapi data di gedung rekstrasi sesuai dengan jadwal yang telah dientukan oleh panitia melalui sistem online di http://unhas.ac.id/snmptn. Kemudian membayar biaya pendidikan melalui rekening Rektor Unhas di Bank BNI Cabang Makassar Nomor: 000.6566986.
Jika peserta yang dinyatakan lolos ujian tersebut tidak memenuhi ketentuan tersebut maka mereka dinyatakan gugur. Adapun biaya pendidikannya dibagi ke tiga kelompok yakni untuk program eksakta sebesar Rp 1,575 juta, untuk program noneksakta Rp 1,425 juta, dan untuk kelompok penerima beasiswa bidik misi hanya Rp 825 ribu yakni hanya membayar biaya regestarsi saja dan tidak membayar SPP.
Tes Narkoba
Mereka yang lolos pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini akan mengikuti tes narkoba. Kepala Humas Unhas M Dahlan Abubakar M Hum mengatakan, tes narkoba ini baru dilakukan tahun ini untuk semua mahasiswa baru yang lolos di semua jalur penerimaan di antaranya jalur penelusuran potensi belajar (JPPB), prestasi olahraga, seni dan keilmuan (POSK), dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).
"Tes narkoba ini untuk mempersempit, meminimalisasi, dan mencegah jumlah pengguna narkoba masuk kampus Unhas," kata Dahlan.
Tes anti narkoba ini dijadwalkan dilakukan pada saat mulai mendaftar ulang. Pemeriksaan itu dirangkaian dengan tes kesehatan yang dilaksanakan tim kesehatan panitia registrasi mahasiswa baru Unhas.
Kepala Biro Akademik Unhas Alimin Bado MS pada rapat panitia pendaftaran ulang mahasiswa Unhas di Rektorat Kampus Tamalanrea, menjelaskan, pendaftaran pada ulang nanti, pihaknya akan melakukan verifikasi kelengkapan berkas para mahasiswa baru tiga jalur yakni JPPB, POSK, dan SNMPTN.
"Hal ini memerlukan keakuratan, karena pada saat pendafataran para maba ini menggunakan sistem pendaftaran online. Mereka harus membawa ijazah asli, SKHUN asli, rapor asli, dan foto 4x6 cm satu lembar. Pada saat pendaftaran, ijazah, foto dan data-data tersebut akan dicocokkan dengan pesertanya. Misalnya, cocok tidak foto yang digunakan dengan orang aslinya," kata Alimin.
UNM
Pembantu Rektor I Bidang Akademik UNM Prof Sofyan Salam mengatakan, kuota maba jalur SNMPTN di UNM juga terpenuhi. "Kecuali pendidikan koperasi hanya 27 yang lolos karena yang mendaftar hanya 33 peminat. Sementara kuota yang disediakan 100 orang," ujarnya.
Pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa baru yang lolos di UNM, 26-30 Juli di BAAK UNM Jl AP Pettarani Kampus UNM Gunung Sari Makassar Telp 0411-877221
Adapun syarat pendafatarab ulangnya adalah kaartu ujian asli SNMPTN 2010, fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir ( 2 rangkap), fotockpi SKHU yang sudah dilegalisir ( 2 rangkap), fotokopi rapor yang sudah dilegalisir ( 1 rangkap), dan pasfoto ukuran 3x4 cm ( 3 lembar).
Selain itu, peserta juga melakukan pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Universitas Negeri Makassar 2 hingga 3 Agusutus mendatang. Pembayaran SPP dijadwalkan 2-5 Agustus sebesar Rp 675 ribu per semester.
UIN
Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang lolos di UIN Alauddin dapat melakukan pendaftaran ulang, 2-18 Agustus mendatang. Adapun syarat pendaftarannya, menunjukkan kartu peserta ujian masuk tahun 2010 (asli), satu lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus bagi lulusan 2010 yang sudah dilegalisir.
Juga harus menyertakan keterangan kesehatan dari dokter Poliklinik UIN Alauddin Makassar, membayar SPP, mengisi formulir biodata (disiapkan), pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 2 lembar, tanda kesediaan sanggup membiayai perkuliahan dan mematuhi peraturan yang di tetapkan UIN Alauddin Makassar dibuat di atas materai 6000 (disiapkan).
Adapun tempat pendaftaran di gedung rektorat kampus II UIN Alauddin Jl Sultan Alauddin No 36, kelurahan Samata, Gowa.
Read More...

| 0 comments ]

UIN Alauddin Makassar akan mengumumkan hasil ujian masuk lokal (UML) pada 2 Agustus 2010. Ujian dilangsungkan Sabtu (17/7/2010) lalu di UIN Alauddin Makassar di kampus Samata dan di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Ujian tersebut diikuti 2.685 orang dari 2.728 yang sudah mendaftar. Sebanyak 43 orang tidak mengikuti ujian. Ujian ini digelar selama satu hari untuk program IPA dan IPS hingga pukul 12.00. Sementara program IPC digelar hingga pukul 14.00 siang.

Ujian ini menggunakan 30 ruangan di kampus baru dan dua ruangan di kampus lama dengan pengawas sebanyak 188 orang.
Read More...

| 0 comments ]

Jelang pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 pada 17 Juli mendatang, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengimbau, para peserta yang tidak lulus SNMPTN tidak boleh putus asa.



"Namanya juga ujian, ada yang lulus, ada juga yang tidak lulus," papar Nuh usai membuka Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/7).


SNMPTN merupakan seleksi nasional tahunan untuk masuk ke sekitar 60 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Ratusan ribu peserta SNMPTN bersaing memperebutkan 80-90 ribu kursi PTN lewat ujian tulis yang dilaksanakan selama dua hari.


Untuk beberapa program studi seperti olah raga dan keterampilan bahkan diadakan juga ujian praktik.Ujian tulis SNMPTN 2010 telah berlangsung pada 16-17 Juni lalu. Sementara ujian praktik digelar pada 18-19 Juni.


Menurut Nuh, jika tidak lulus SNMPTN, siswa tidak perlu resah atau gelisah. Sebab, mereka bisa memanfaatkan kesempatan lain yang tersedia. "Banyak perguruan tinggi yang membuka program lain seperti diploma dan politeknik. Bisa juga mendaftar ke perguruan tinggi swasta. Yang penting jangan sampai tidak kuliah," tegas Nuh.



Gali Potensi Olahraga Tradisional
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah akan menggali kembali potensi olahraga tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa untuk dikembangkan menjadi olahraga prestasi.


"Ke depan, kita harus menumbuhkan kembali olahraga tradisional yang selama ini menjadi warisan budaya bangsa yang baik untuk dikembangkan menjadi olahraga prestasi. Kami akan melacak olah raga-olah raga tradisional itu untuk dikembangkan kembali," katanya di Jakarta, Selasa.
Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh kepada wartawan seusai membuka secara resmi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Gedung Istora Senayan Jakarta.


M Nuh menjabarkan, wacana tersebut muncul setelah penyelenggaraan O2SN sejak beberapa tahun lalu selalu memunculkan juara-juara yang berpotensi untuk dikembangkan, baik prestasi atlet muda maupun terhadap cabang olahraga yang berpotensi.


O2SN 2010 yang digelar sejak Senin lalu melibatkan 3993 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA. Wahana pembinaan ini akan berakhir pada 17 Juli mendatang. Dari jumlah peserta tersebut, 2000 diantaranya merupakan siswa SD, sekitar 1250 siswa SMP dan sisanya (750-an) siswa SMA.


O2SN 2010 mempertandingkan 11 cabang olahraga yakni atletik, senam, renang, tenis meja, bulutangkis, voli mini, pencak silat, sepakbola, tenis, catur dan karate.


Mendiknas M Nuh mengatakan, perwakilan siswa yang hadir di Jakarta merupakan siswa terbaik yang mewakili daerahnya. "Mereka adalah anak-anak terbaik di 11 cabang olahraga. Setiap tahun ada juaranya, dan sangat disayangkan bila setiap tahun kita menghasilkan atlet tiga ribuan orang tidak dikembangkan potensinya untuk berprestasi di tingkat nasional," ujarnya.


Upaya pembinaan ini, lanjutnya, harus dilakukan terintegrasi dan tidak terpisah-pisah, dimana kebutuhan pendidikan formal siswa harus tetap berjalan, disisi lain potensi prestasi juga tak harus disia-siakan.


Melihat realita, Menteri M Nuh merasa cukup gemas karena sistem pembinaan selama ini sering terputus di tengah jalan. Untuk mengantisipasinya maka pemerintah tengah menyediakan paket pendidikan yang berbasis pendidikan formal terpadu dengan program olahraga.


"Kepentingan sekolah dan olahraga akan kita kembangkan menjadi satu paket. Apalagi kita harus memperhatikan pembinaan yang berkesinambungan tadi, setelah berprestasi di tingkat SD harus berlanjut di tingkat SMP dan seterusnya. Program telah turut membantu induk-induk cabang olahraga dan KONI Pusat dalam pembibitan atlet. Semua ini harus kita lakukan secara sistematik," papar M Nuh.

Read More...

| 0 comments ]

Euforia mahasiswa baru yang diterima di Universitas Negeri Malang melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) ternyata tak tampak lagi di hari pertama daftar ulang, Selasa (20/7/2010). Suasana daftar ulang masih sepi.
Baru sekitar 14 persen saja yang mendaftar.
-- Johanis Rampisela

Panitia daftar ulang baru menerima formulir registrasi dari 255 mahasiswa baru. Jumlah itu, menurut Kepala TIK UNM Johanis Rampisela, terhitung kecil dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang dinyatakan diterima di UNM, yaitu sebanyak 1.705 orang.

"Artinya, baru sekitar 14 persen yang mendaftar,” ungkap Johanis.

Padahal, kata dia, dari tiga PTN di Kota Malang, UNM termasuk yang paling singkat masa daftar ulangnya. UNM merencanakan daftar ulang yang hanya dibuka mulai Selasa kemarin hingga Kamis (22/7/2010).

Sementara di Universitas Brawijaya (Unibraw), daftar ulang berlangsung hingga Sabtu pekan depan. Bahkan, di UIN Malang lebih lama lagi, yaitu hingga 13 Agustus 2010.
Read More...

| 0 comments ]

Biaya masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Umum atau PMDK Umum atau non-prestasi tenyata benar-benar selangit. Di perguruan tinggi negeri sekelas Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, biaya masuk ke fakultas tertentu, seperti Fakultas Kedokteran Umum, bisa mencapai Rp 800 juta.

Biaya sebesar itu disebut secara resmi sebagai sumbangan partisipasi pembangunan pendidikan (SP3). Padahal, biaya tersebut baru sebagai uang masuk.

Untuk biaya kuliah per semester, mahasiswa jalur PMDK non-prestasi ini masih harus membayar lagi. Dalam pengumuman resmi di situs unair.ac.id, disebutkan bahwa minimal SP3 Fakultas Kedokteran Umum Unair adalah Rp 150 juta. Angka tersebut bisa meningkat sampai Rp 800 juta seperti yang disebut di atas karena SP3 ini diterapkan secara dinamis dengan mengikuti minat dan tren pendaftar.

PMDK Umum adalah salah satu program Unair untuk menjaring mahasiswa baru melalui seleksi yang diadakan sendiri. Program ini sudah dilakukan beberapa tahun belakangan setelah program ekstensi dihapus.

Menurut informasi, Universitas Airlangga (Unair) menyediakan dua gelombang untuk penerimaan mahasiswa lewat PMDK Umum. Gelombang pertama jalur ini sudah berlalu, yaitu pendaftaran hingga tes dilakukan pada 26 April sampai 1 Mei lalu. Ini berarti mendahului waktu seleksi nasional mahasiswa perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan setelah PMDK Prestasi.

Sementara itu, gelombang kedua akan dilangsungkan pada 26–31 Juli mendatang. Gelombang pertama sudah terpenuhi 30 persen dari jumlah pagu kursi yang disediakan di Fakultas Kedokteran Umum. Setiap gelombang menyediakan sekitar 90 kursi.

Namun, meski dikenai biaya supermahal, Unair masih mensyaratkan tes untuk peserta PMDK Umum. Hanya, di program ini siapa pun—tentu yang punya uang banyak—boleh mendaftar dan mereka tidak dibatasi prestasi akademik.

Ini berbeda dengan jalur PMDK Prestasi yang mensyaratkan bahwa pendaftarnya harus menempati ranking lima besar di sekolahnya (SMA). Di PMDK Umum, bahkan lulusan SMA tiga tahun sebelumnya, yakni tahun 2008, 2009, dan 2010, bisa mendaftar.

“Pada PMDK Umum yang sudah berlangsung sebelumnya, dana SP3 telah menembus Rp 500 juta atau setengah miliar," kata sebuah sumber di Unair, Selasa (20/7/2010).

Sumber yang bisa dipercaya itu menjelaskan, biaya masuk program PMDK Umum untuk studi kedokteran memang tergolong tinggi. Ia pun menganggap wajar kedinamisan biaya masuk PTN yang sudah menjadi badan hukum milik negara (BHMN) ini.

“Biaya masuk PMDK Umum untuk program studi kedokteran memang tergolong tinggi, tapi kami tetap selektif. Tahun lalu ada yang mampu membayar Rp 800 juta. Tapi kami tolak karena siswanya tidak layak masuk kedokteran. Kasihan siswanya sendiri nanti jika dipaksakan,” kata sumber itu kepada Surya.

Biaya bervariasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, besaran biaya masuk di masing-masing fakultas untuk program PMDK Umum ini bervariasi. Kedokteran Umum adalah yang termahal, diikuti Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi.

Untuk Kedokteran Gigi, SP3 minimal Rp 75 juta dan Farmasi Rp 25 juta. Adapun untuk jurusan sosial, yang mahal adalah Jurusan Akuntansi dengan biaya minimal Rp 22,5 juta. Sumbangan tersebut belum termasuk uang kuliah tiap semester. Berdasarkan sebuah keterangan, jalur PMDK Umum ini akan dikenai biaya kuliah antara Rp 3,5 juta dan Rp 6 juta per semester.

Salah seorang calon mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima di Unair lewat PMDK Umum mengaku mencabutnya lantaran diterima melalui jalur SNMPTN.

Hilal Mursyidi, siswa asal Gresik itu, semula dinyatakan diterima di Jurusan Farmasi Unair melalui PMDK Umum gelombang pertama. Meski begitu, dia masih mencoba mengikuti tes SNMPTN dan ternyata diterima di jurusan yang sama. Padahal, Hilal sudah membayar Rp 31 juta sebagaimana syarat minimal masuk Jurusan Farmasi.

“Karena saya pikir mahal, saya memilih ikut SNMPTN juga. Tetapi uang yang sudah dibayar tidak kembali sepenuhnya. Hanya bisa diambil kembali Rp 18,5 juta. Tetapi tak masalah karena masuk lewat jalur SNMPTN hanya dikenai biaya kuliah Rp 1,2 juta per semester. Digabung dengan biaya lainnya, total biaya masuk cuma sekitar Rp 2,2 juta,” kata Hilal didampingi ayahnya di kampus Unair, kemarin.
Read More...

| 0 comments ]


Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, yang juga Bendahara SNMPTN 2010, Rohmat Wahab, mengatakan, tidak masalah jika hasil ujian nasional (UN) menjadi satu-satunya pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, nilai UN di setiap daerah harus dikoreksi terlebih dahulu terutama nilai di daerah yang "hitam" dan "putih".
Nilainya harus dikonversi dulu karena pasti tidak sama nilai 9 di daerah "hitam" dengan nilai 9 di daerah "putih".
-- Rohmat Wahab

"Nilainya harus dikonversi dulu karena pasti tidak sama nilai 9 di daerah 'hitam' dengan nilai 9 di daerah 'putih'. Daerah hitam adalah daerah yang sering dituding terjadi kebocoran soal, sedangkan daerah putih adalah daerah yang kejujuran UN-nya relatif tinggi," kata Rohmat, Senin (19/7/2010).

Rohmat menilai hasil SNMPTN itu menggambarkan keadaan yang sebenarnya karena Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dulu selalu meraih nilai tinggi pada UN dan hasil ujian tulis SNMPTN.

"Tidak tahu kenapa, hasil UN tahun ini di Yogyakarta rendah," kata Rohmat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pakar evaluasi pendidikan Hamid Hasan mengatakan, hasil SNMPTN yang berbanding terbalik dengan hasil UN sepantasnya dicermati lebih serius. Apalagi jika nilai UN akan dijadikan satu-satunya pertimbangan masuk PTN.

"Harus dievaluasi secara cermat agar jangan sampai merugikan calon mahasiswa," kata Hamid Hasan, Senin kemarin.
Read More...

| 0 comments ]

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 yang dipublikasikan di media cetak ternyata tidak mendongkrak penjualan koran karena panitia penyelenggara mulai tahun ini menerapkan sistem pendaftaran dan pengumuman hasil secara online, kata M. Dipa, Pimpinan Yensos Agency.

“Tidak ada kenaikan yang signifikan untuk penjualan koran yang memuat hasil SNMPTN. Mungkin penyebabnya karena mulai tahun ini sistem pendaftaran untuk masuk perguruan tinggi sudah online sehingga hasilnya bisa diakses di internet,” ungkapnya hari ini.

Berbeda dengan tahun lalu, kini calon mahasiswa tidak lagi berbondong-bondong membeli koran yang memuat daftar mahasiswa yang diterima SNMPTN sejak subuh. Penjualan koran pada Sabtu lalu saat keluar pengumuman sejak jam 00.00, tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Dia memprediksi persentase kenaikan penjualan koran hari itu hanya sekitar 5% dan dari laporan lisan dari para subagen memang tidak ada kenaikan signifikan. M.Ridwan, misalnya, salah satu subagen koran di Jalan Cikajang, Jakarta mengatakan tahun lalu dia masih menyediakan 50 koran ekstra untuk melayani eceran yang memuat hasil SNMPTN.

“Tapi Sabtu lalu dari 50 koran yang saya siapkan ternyata hanya laku 10 koran sisanya saya kembalikan pada agen besar. Padahal hampir semua koran umum masih memuat hasil SNMPTN kecuali Kompas dan Bisnis Indonesia,” ungkapnya.

Rochmat Wahab, bendahara SNMPTN mengatakan dari total peserta 447.201, siswa, yang mendaftar online dan membeli PIN total sebanyak 456.659 siswa. Sistem ini memberikan peluang setiap peserta dapat membeli beberapa PIN.

Karena bisa mendaftar secara online maka calon mahasiswa terlebih dulu membeli personal identification number (PIN) dan membayar melalui transaksi perbankan. Dengan PIN yang dimiliki, yang bersangkutan memiliki hak untuk mengakses website SNMPTN dan secara upload informasi diri termasuk pilihan universitas dan fakultas yang diinginkan, memasukkan data diri dan foto yang diperlukan untuk pendaftaran.

“Bagi mereka yang sudah memiliki PIN untuk melihat hasil tinggal mengakes di situs SNMPTN pada 17 Juli 2010 lalu tepat mulai jam 00.00. Mungkin itulah sebabnya calon mahasiswa tidak mengandalkan lagi sepenuhnya pengumuman SNMPTN di media cetak,” kata Rochmat Wahab yang juga Rektor Universitas Negri Yogyakarta.

SNPTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak.

Menurut Rochmat, salah satu bentuk perbaikan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan SNMPTN 2010 untuk pertama kalinya dilakukan pendaftaran melalui Internet sehingga sangat membantu calon mahasiswa maupun orangtuanya untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang diinginkan tanpa harus datang ke kampus yang berada di lain kota bahkan lain pulau.

Peserta yang memenuhi semua ketentuan atau terseleksi 367.909 orang dan yang tidak terseleksi 79.292 orang. "Disebut tidak terseleksi misalnya tidak hadir pada salah satu ujian. Termasuk yang terbukti melakukan tindak kecurangan," katanya.

Mereka yang masuk dalam kategori tidak terseleksi adalah peserta yang tidak hadir pada saat ujian, salah atau tidak lengkap dalam pengisian sehingga status keikutsertaannya dicabut, dan peserta yang dinyatakan melakukan kecurangan. Pada pelaksanaan tahun ini ditemukan 1.608 kasus kecurangan antara lain kasus joki dan penggunaan alat komunikasi di dalam ruangan ujian.

"Dibandingkan dengan tahun lalu pesertanya meningkat 8,48%. Peserta tahun lalu 412.248 tanpa menggunakan sistem PIN. Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 telah menetapkan sebanyak 88.401 peserta dinyatakan lulus. Daya tampung yang diperebutkan di 57 perguruan tinggi negeri itu adalah 89.355 kursi dan yang tidak terisi 954 kursi.
Read More...

| 0 comments ]

Berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 006 tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru pada Perguruan Tinggi Negeri dan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional No.18/DIKTI/Kep/2008 tanggal 28 Maret 2008 tentang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama pada tingkat nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Berdasarkan hasil rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Denpasar pada tanggal 30 Oktober 2009, SNMPTN 2010 dilaksanakan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). SNMPTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak.

Informasi Awal ini menyajikan ketentuan umum SNMPTN, termasuk kelompok Program Studi baik Kelompok IPA maupun IPS dari 57 Perguruan Tinggi Negeri. Informasi awal ini diterbitkan untuk dipergunakan dan dicermati secara seksama oleh calon peserta yang akan mengikuti SNMPTN tahun 2010, sehingga calon peserta dapat mempersiapkan diri dalam memilih Program Studi yang dikehendaki dan dapat menjadi panduan awal untuk mengikuti proses seleksi SNMPTN dengan baik.

Secara rinci informasi tentang tata cara pendaftaran dan pelaksanaan SNMPTN dimuat dalam Buku Panduan Peserta SNMPTN 2010 yang dapat diakses di website dengan alamat http://www.snmptn.ac.id.

Mudah-mudahan informasi awal ini bermanfaat bagi persiapan peserta untuk mengikuti SNMPTN.


Pendaftaran "Online" Lebih Praktis



JAKARTA, KOMPAS.com - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2010 yang dilakukan secara online disambut baik kalangan sekolah, siswa, dan perguruan tinggi. Cara ini dinilai lebih memudahkan pendaftaran calon mahasiswa baru. Meskipun demikian, harus dipikirkan siswa-siswa di daerah terisolasi yang sulit mendapatkan akses internet.

Yani Bayani, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 8 Jakarta, Selasa (16/2/10), mengatakan, dengan pendaftaran SNMPTN online, sekolah tidak perlu lagi mengoordinasi pendaftaran siswa kelas III ke panitia SNMPTN setempat.

"Kami sudah mendapatkan informasi itu sekitar dua minggu lalu setelah dapat informasi dari salah satu PTN. Kami sudah informasikan perubahan itu kepada siswa. Sebenarnya, pendaftaran online untuk masuk perguruan tinggi negeri juga sudah dilaksanakan pada ujian masuk mandiri yang dilakukan sejumlah PTN," kata Yani.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/2/10), menjelaskan, SNMPTN 2010 menggunakan sistem online. Calon mahasiswa mendaftar melalui jaringan internet, sedangkan yang kesulitan bisa menggunakan bantuan sentral telepon otomatis (STO) PT Telkom yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Iwan Hermawan, Wakil Kepala Sekolah SMAN 9 Bandung, mengatakan, tiap tahun biasanya panitia SNMPTN mengumumkan informasi pelaksanaan pendaftaran pada sekolah. Pihak sekolah kemudian mengoordinasi pembelian formulir SNMPTN untuk membantu siswa.

"Dengan pendaftaran online, berarti nanti siswa yang mengurus sendiri dan tidak merepotkan. Pihak sekolah senang saja. Apalagi, untuk siswa tidak berat karena tidak ada biaya ekstra. Tapi, yang penting jika ada perubahan segera disosialisasikan ke pihak sekolah," ujar Iwan.

Lutfi, siswa kelas III SMAN 12 Bandung, mengatakan, belum tahu adanya perubahan cara pendaftaran SNMPTN 2010. Saat ini, dirinya sedang berkonsentrasi untuk mengikuti seleksi masuk mandiri yang dilakukan perguruan tinggi negeri di wilayah Bandung.

Read More...