| 0 comments ]

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 yang dipublikasikan di media cetak ternyata tidak mendongkrak penjualan koran karena panitia penyelenggara mulai tahun ini menerapkan sistem pendaftaran dan pengumuman hasil secara online, kata M. Dipa, Pimpinan Yensos Agency.

“Tidak ada kenaikan yang signifikan untuk penjualan koran yang memuat hasil SNMPTN. Mungkin penyebabnya karena mulai tahun ini sistem pendaftaran untuk masuk perguruan tinggi sudah online sehingga hasilnya bisa diakses di internet,” ungkapnya hari ini.

Berbeda dengan tahun lalu, kini calon mahasiswa tidak lagi berbondong-bondong membeli koran yang memuat daftar mahasiswa yang diterima SNMPTN sejak subuh. Penjualan koran pada Sabtu lalu saat keluar pengumuman sejak jam 00.00, tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Dia memprediksi persentase kenaikan penjualan koran hari itu hanya sekitar 5% dan dari laporan lisan dari para subagen memang tidak ada kenaikan signifikan. M.Ridwan, misalnya, salah satu subagen koran di Jalan Cikajang, Jakarta mengatakan tahun lalu dia masih menyediakan 50 koran ekstra untuk melayani eceran yang memuat hasil SNMPTN.

“Tapi Sabtu lalu dari 50 koran yang saya siapkan ternyata hanya laku 10 koran sisanya saya kembalikan pada agen besar. Padahal hampir semua koran umum masih memuat hasil SNMPTN kecuali Kompas dan Bisnis Indonesia,” ungkapnya.

Rochmat Wahab, bendahara SNMPTN mengatakan dari total peserta 447.201, siswa, yang mendaftar online dan membeli PIN total sebanyak 456.659 siswa. Sistem ini memberikan peluang setiap peserta dapat membeli beberapa PIN.

Karena bisa mendaftar secara online maka calon mahasiswa terlebih dulu membeli personal identification number (PIN) dan membayar melalui transaksi perbankan. Dengan PIN yang dimiliki, yang bersangkutan memiliki hak untuk mengakses website SNMPTN dan secara upload informasi diri termasuk pilihan universitas dan fakultas yang diinginkan, memasukkan data diri dan foto yang diperlukan untuk pendaftaran.

“Bagi mereka yang sudah memiliki PIN untuk melihat hasil tinggal mengakes di situs SNMPTN pada 17 Juli 2010 lalu tepat mulai jam 00.00. Mungkin itulah sebabnya calon mahasiswa tidak mengandalkan lagi sepenuhnya pengumuman SNMPTN di media cetak,” kata Rochmat Wahab yang juga Rektor Universitas Negri Yogyakarta.

SNPTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak.

Menurut Rochmat, salah satu bentuk perbaikan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan SNMPTN 2010 untuk pertama kalinya dilakukan pendaftaran melalui Internet sehingga sangat membantu calon mahasiswa maupun orangtuanya untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang diinginkan tanpa harus datang ke kampus yang berada di lain kota bahkan lain pulau.

Peserta yang memenuhi semua ketentuan atau terseleksi 367.909 orang dan yang tidak terseleksi 79.292 orang. "Disebut tidak terseleksi misalnya tidak hadir pada salah satu ujian. Termasuk yang terbukti melakukan tindak kecurangan," katanya.

Mereka yang masuk dalam kategori tidak terseleksi adalah peserta yang tidak hadir pada saat ujian, salah atau tidak lengkap dalam pengisian sehingga status keikutsertaannya dicabut, dan peserta yang dinyatakan melakukan kecurangan. Pada pelaksanaan tahun ini ditemukan 1.608 kasus kecurangan antara lain kasus joki dan penggunaan alat komunikasi di dalam ruangan ujian.

"Dibandingkan dengan tahun lalu pesertanya meningkat 8,48%. Peserta tahun lalu 412.248 tanpa menggunakan sistem PIN. Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 telah menetapkan sebanyak 88.401 peserta dinyatakan lulus. Daya tampung yang diperebutkan di 57 perguruan tinggi negeri itu adalah 89.355 kursi dan yang tidak terisi 954 kursi.

0 comments

Post a Comment