| 0 comments ]

Jelang pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 pada 17 Juli mendatang, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengimbau, para peserta yang tidak lulus SNMPTN tidak boleh putus asa.



"Namanya juga ujian, ada yang lulus, ada juga yang tidak lulus," papar Nuh usai membuka Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/7).


SNMPTN merupakan seleksi nasional tahunan untuk masuk ke sekitar 60 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Ratusan ribu peserta SNMPTN bersaing memperebutkan 80-90 ribu kursi PTN lewat ujian tulis yang dilaksanakan selama dua hari.


Untuk beberapa program studi seperti olah raga dan keterampilan bahkan diadakan juga ujian praktik.Ujian tulis SNMPTN 2010 telah berlangsung pada 16-17 Juni lalu. Sementara ujian praktik digelar pada 18-19 Juni.


Menurut Nuh, jika tidak lulus SNMPTN, siswa tidak perlu resah atau gelisah. Sebab, mereka bisa memanfaatkan kesempatan lain yang tersedia. "Banyak perguruan tinggi yang membuka program lain seperti diploma dan politeknik. Bisa juga mendaftar ke perguruan tinggi swasta. Yang penting jangan sampai tidak kuliah," tegas Nuh.



Gali Potensi Olahraga Tradisional
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah akan menggali kembali potensi olahraga tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa untuk dikembangkan menjadi olahraga prestasi.


"Ke depan, kita harus menumbuhkan kembali olahraga tradisional yang selama ini menjadi warisan budaya bangsa yang baik untuk dikembangkan menjadi olahraga prestasi. Kami akan melacak olah raga-olah raga tradisional itu untuk dikembangkan kembali," katanya di Jakarta, Selasa.
Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh kepada wartawan seusai membuka secara resmi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Gedung Istora Senayan Jakarta.


M Nuh menjabarkan, wacana tersebut muncul setelah penyelenggaraan O2SN sejak beberapa tahun lalu selalu memunculkan juara-juara yang berpotensi untuk dikembangkan, baik prestasi atlet muda maupun terhadap cabang olahraga yang berpotensi.


O2SN 2010 yang digelar sejak Senin lalu melibatkan 3993 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA. Wahana pembinaan ini akan berakhir pada 17 Juli mendatang. Dari jumlah peserta tersebut, 2000 diantaranya merupakan siswa SD, sekitar 1250 siswa SMP dan sisanya (750-an) siswa SMA.


O2SN 2010 mempertandingkan 11 cabang olahraga yakni atletik, senam, renang, tenis meja, bulutangkis, voli mini, pencak silat, sepakbola, tenis, catur dan karate.


Mendiknas M Nuh mengatakan, perwakilan siswa yang hadir di Jakarta merupakan siswa terbaik yang mewakili daerahnya. "Mereka adalah anak-anak terbaik di 11 cabang olahraga. Setiap tahun ada juaranya, dan sangat disayangkan bila setiap tahun kita menghasilkan atlet tiga ribuan orang tidak dikembangkan potensinya untuk berprestasi di tingkat nasional," ujarnya.


Upaya pembinaan ini, lanjutnya, harus dilakukan terintegrasi dan tidak terpisah-pisah, dimana kebutuhan pendidikan formal siswa harus tetap berjalan, disisi lain potensi prestasi juga tak harus disia-siakan.


Melihat realita, Menteri M Nuh merasa cukup gemas karena sistem pembinaan selama ini sering terputus di tengah jalan. Untuk mengantisipasinya maka pemerintah tengah menyediakan paket pendidikan yang berbasis pendidikan formal terpadu dengan program olahraga.


"Kepentingan sekolah dan olahraga akan kita kembangkan menjadi satu paket. Apalagi kita harus memperhatikan pembinaan yang berkesinambungan tadi, setelah berprestasi di tingkat SD harus berlanjut di tingkat SMP dan seterusnya. Program telah turut membantu induk-induk cabang olahraga dan KONI Pusat dalam pembibitan atlet. Semua ini harus kita lakukan secara sistematik," papar M Nuh.

0 comments

Post a Comment